top of page
  • Instagram
  • Facebook
  • LinkedIn
  • TikTok
WE_edited.png

BUILDING CULTURAL SYSTEMS THAT COMPOUND VALUE

OUR MISSION

Apa Saja yang Bisa Brand Lakukan Ketika Bekerja Sama dengan K-POP Idol atau Artis Korea?

  • Writer: Kayla Arista
    Kayla Arista
  • Nov 5, 2025
  • 3 min read

Updated: Dec 20, 2025

Kolaborasi dengan K-POP idol dan artis Korea kini menjadi strategi unggulan banyak brand di Indonesia dan Asia. Tidak hanya meningkatkan awareness, kolaborasi ini juga menciptakan koneksi emosional yang kuat antara brand dan konsumen terutama Gen Z dan milenial yang sangat terhubung dengan budaya Korea.


Close-up view of a popular K-POP idol holding a branded product during a photoshoot

Namun, banyak brand masih bertanya:“Apa sebenarnya yang bisa dilakukan dalam kerja sama dengan K-POP idol?”


Berikut adalah berbagai format kolaborasi yang bisa dipilih brand — mulai dari yang sederhana hingga skala besar.


1. Photoshoot Collaboration (Paling Populer & Mudah Dieksekusi)


Format ini paling sering dipakai karena hasilnya langsung terlihat dan bisa digunakan sepanjang tahun.


Brand mendapatkan:

  • Foto produk × idol (10–20 aset)

  • Lifestyle & product-holding shots

  • Footage pendek untuk teaser

  • 1–3 bulan usage rights

  • Konten premium untuk feed & ads


Cocok untuk: Beauty, skincare, fashion, accessories, F&B, lifestyle.


2. Video Content & Reels/TikTok


Konten video idol selalu memiliki engagement tinggi karena fans sangat aktif membagikannya.


Format yang bisa dibuat:

  • GRWM (Get Ready With Me)

  • Product demo

  • Unboxing

  • Behind the scenes

  • Reaction atau review

  • Aesthetic reel


Keuntungan:

  • Lebih mudah viral

  • Menambah trust

  • Cocok untuk brand digital-first


3. Brand Ambassador / Brand Endorser Program


Cocok bagi brand yang ingin kampanye berkelanjutan (3–6 bulan bahkan 1 tahun).


Termasuk:

  • Multiple photoshoots

  • Video series

  • Campaign announcement

  • Periodic social posts

  • Retail/marketplace visibility

  • Potential offline appearance


Benefit: Citra brand langsung naik kelas — “premium look & feel”.


4. Digital-Only Campaign (Tanpa Offline)


Format cepat, budget fleksibel, dan lebih mudah dilakukan.

Bisa berupa:

  • Official announcement + photoshoot

  • 1–2 konten video

  • Social media posting (jika talent memungkinkan)

  • Usage rights untuk ads & digital marketing


Cocok untuk brand yang baru pertama kali mencoba K-POP collaboration.


5. Launch Campaign (Produk Baru)


Menggunakan idol sebagai wajah utama peluncuran produk baru dapat meningkatkan momentum penjualan.


Biasanya mencakup:

  • Hero image untuk campaign

  • Launch teaser video

  • Product benefit highlight oleh idol

  • Bundle khusus + photocard

  • Ads & landing page visual


Kekuatan: Fans cenderung membeli untuk “support comeback” atau “support idol”.


6. Event Activation & Meet & Greet


Jika idol sedang berada di Indonesia atau negara terdekat, brand bisa memanfaatkan momen ini.


Contoh:

  • Meet & greet

  • Pop-up store visit

  • Brand booth appearance

  • Grand opening store

  • Exclusive experience untuk fans


Hasil: Footfall meningkat drastis + viral on-ground.


7. Concert & Fan Event Sponsorship


Brand bisa masuk sebagai sponsor dalam konser, fan-meeting, atau showcase.


Bentuk kolaborasi:

  • Brand booth di venue

  • Goodie bag / merch kolaborasi

  • Photocard eksklusif

  • Projection mapping atau video ad di venue

  • Opening message oleh idol (jika memungkinkan)


Bagus untuk: Brand FMCG, bank, telco, lifestyle, fashion.


8. Tourism & Destination Campaign


Bekerja sama dengan artis Korea untuk mempromosikan destinasi Indonesia.


Contoh activity:

  • Travel vlog

  • Kuliner lokal

  • Visit landmark

  • Highlight UMKM

  • Collaborative tourism film


Kelebihan: K-POP idol membuat destinasi populer dalam waktu singkat.


9. UMKM × Idol Collaboration (Trend Baru)


Kolaborasi skala kecil tapi berdampak besar.


UMKM bisa:

  • Menggunakan foto idol untuk ads

  • Membuat bundle kolaborasi

  • Membuat limited edition packaging

  • Menggunakan konten untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan


Budget lebih fleksibel — hasil premium.


10. Licensing & IP Collaboration


Tidak hanya wajah idol, brand juga bisa kolaborasi dengan:

  • Karakter

  • Animasi

  • Webtoon

  • Variety show

  • Korean drama

  • Virtual artist / VTuber


Cocok untuk: F&B, FMCG, kids brand, lifestyle, merch.


11. Hybrid Campaign: Idol × UGC Creator


Format ini memberikan “double strength” — premium look dari idol, volume konten dari UGC creators.


Brand bisa:

  • Memakai konten idol sebagai hero asset

  • Menggabungkan dengan ratusan UGC kecil

  • Mengaktifkan affiliate & viral challenge


Hasil: Awareness tinggi + content volume besar + biaya efisien.


Kesimpulan: Banyak Pilihan, Semua Bisa Disesuaikan dengan Tujuan Brand


Dari photoshoot sederhana hingga sponsorship konser berskala besar, kolaborasi dengan K-POP idol membuka peluang luas bagi brand di Indonesia dan Asia. Setiap format memiliki keunggulan unik, dan semuanya bisa disesuaikan dengan:

  • Budget

  • Tujuan campaign

  • Timeline

  • Segmen pasar

  • Kepribadian brand


Melalui WENOTIFT, brand dapat memilih format kolaborasi yang paling sesuai dengan proses yang aman, terstruktur, dan langsung terhubung kepada agensi Korea dan artis Asia.

 
 
 

2 Comments


Nancy Hopper
Nancy Hopper
13 hours ago

Orang tua dapat melihat perkembangan belajar anak mereka melalui rangkuman materi dan evaluasi berkala dari IPAS Kelas 1 di UNICCM School. Hal ini memungkinkan proses belajar menjadi lebih terarah dan terkontrol.

Like

John Snow
John Snow
Jan 20

UNICCM School menerapkan pola pembelajaran yang jelas. Materi disiapkan dengan alur sederhana. Kegiatan belajar berjalan terarah.

Like
bottom of page